Senin, 11 Agustus 2014

kewirausahaan



pengelolaan proses produksi

Berikut hal hal penting dalam pengelolaan proses produksi
1. Pengertian produksi
imagesProduksi adalah suatu upaya yang di gunakan dalam rangka menambah nilai pada suatu barang. Arah kegiatannya ditujukan kepada upaya upaya pengaturan yang sifatnya menambah atau menciptakan kegunaan dari suatu barang atau jasa.
Untuk melaksanakan kegiatan produksi tersebut perlu dibuat suatu perencanaan yan menyangkut apa yang akan di produksi, berapa angaran nya dan bagaimana pengawasannya. Bahkan harus pula dipikirkan kemana hasil produksi akan didistribusikan karena pendistribusian dalam bentuk penjualan hasil produuksi pada akhirnya menunjang untuk kelanjutan proses produksi.
Pada hakikatnya, kegiatan produksi akan dapat dilaksanakan jika tesedia factor faktor produksi anatar lain dalah sebagai berikut:
a. Man (tenaga kerja)
b. Money (uang)
c. Material (bahan)
d. Method (metode)
Kegiatan proses produksi tersebut secara garis besar dapat digambrkan sebagai berikut:







clip_image001

Manager penelitian






2. Perancangan Produk
Dalam perancangan produk ada dua pendekatan yang digunakan yaitu sebagai berikut:
a. Pendekatan pelanggan atau konsumen
Untuk pendekatan ini ,perancangan produk lebih diarahka pada bagaimana memenuhi selera pelanggan agar mereka terpuaskan.
b. Pendekatan pesaing
Perancangan produk lebih diarahkan pada cara pesaing berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan untuk memenangkan persaingan,perancangan produk lebih pada memanfaatkan kelemhan pesaing menjadi keunggulan.
Perencanaan produk mencakup design(untuk barang),manfaat,kualitas dan harga,ukuran(barang),keunggulan dari produk lain dll.
Adapun hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan skala proses produksi barang dan jasa adalah sebagai berikut:
1) Produk apa yang akan diproduksi
2) Kapan kegiatan proses produuksi akan dimulai
3) Berapa besarnya dana yang diperlukan
4) Berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan
5) Peralatan apa yang diperlukan
6) Berapa tingkat persediaan bahan baku yang di perlukan
Syarat syarat dalam penetapan skala proses produksi barang dan jasa di antaranya sebagai berikut:
1) Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus disesuaikan dengan tujuan usaha
2) Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus sederhana dan mudah dijalankan
3) Penetapan skala proses produksi barang dan jasa harus dapat memberikan analisis dan klasifikasi tentang kegiatan operasi proses produksi
Adapun tahap tahapan di dalam penetapan skala proses produksi barang dan jasa sebagai berikut:
a. Routing
Menetapkan dan menentukan termasuk penyusunan alat alat yang di pergunakan.
b. Scheduling
Menetapkan dan menentukan jadwal operasi proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan.
c. Dispatching
Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk mulai melaksanakan operasi proses produksi yang direncanakan di dalam routingdan scheduling
d. Follow up
Menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorng terkoordinasinya seluruh perencanaan operasi proses produksi
3. Proses produksi
Proses produksi merupakan kegiatan pembuatan, pengubahan dan lah penciptaan untuk meningkatkan nilai guna suatu barang.sifat produksi adlah mengolah yaitu mengolah bahan baku dan bahan pembantu secara manual atau deengan peralatan sehinggmenghasikan suatu produk yang nilainya lebih dari barang semula
Proses produksi di bedakan menjadi 2 yaitu:
a. Proses produksi terus menerus
b. Proses produksi berselingan
4. Tata letak mesin
Dalam suatu perusahaan industry yang melakukan proses produksi sedimikian rupa ternyata bukan hanya lokasi pabrik saja tetapi tataletak mesinmemegang peranan penting .
Tata letak mesin harus disesuaikan dengan kebutuhan proses produksi yang tentunya meliputi penyimpanan dan jalan untuk kelancaran arus bahan baku di pabrik urutan dan pengerjaan harus dilakukan sampai menjadi produk akhir.
Pola pemilihan tata lettak mesin antara lain dipengaruhi oleh:
a. Sifat produksi
b. Urutan proses produksi
c. Macam hasil produksi
d. Peralatan da perlengkapan yang digunakan


Mengelola Keuangan Usaha

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjScI0CWhm0ZBZwfmP4Yti9jzRc6saSNy27ihui0Orto6VwKRLeF1sOt_DvpxDet-jyvSk1axnsQ4KQ9wC1XOwFFRrhrGNEkMSZnCK7FOID0Hey9Hzhhi05baAv6OKpU-vmKDUTh8xrkt_Y/s1600/images+%25282%2529vdsvd.jpg

Pada dasarnya, setiap usaha pasti memerlukan modal. Modal usaha dapat berupa modal dana dan modal nondana berupa keahlian dan keterampilan. Ada istilah Cina yang mengatakan bahwa tidak ada untung tanpa ada modal. Dengan demikian, pastilah kita memerlukan modal dana untuk memulai usaha. Dalam bab ini akan dibahas berbagai permasalahan menyangkut permodalan. Hal yang harus kita ketahui adalah berapa kebutuhan modal usaha kita, dari mana sumber modal tersebut, dan bagaimana mengelola modal tersebut, memilih investasi yang benar, dan proses mencatatat dana, serta cara mengelola keuntungan yang kita peroleh.
Berikut adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut:
1. Mengetahui Kebutuhan Modal Usaha
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha terdapat tiga jenis modal yang diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.
a.    Modal Investasi Awal
Modal investasi awal adalah modal yang diperlukan di awal usaha, biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh modal ini adalah bangunan serta peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor, dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
b.    Modal Kerja
Modal kerja adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan. Modal kerja bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang permintaan.
c.    Modal Operasional
Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modalyang harus kita keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari usaha kita. Contohnya, biaya gaji, telepon, listrik, dan air.Apabila kekurangan, akan sulit untuk memperoleh tambahan modal dalam jangka pendek. Sedang apabila modal berlebih, maka akan mubazir dan menyebabkan beban bunga yang sebenarnya tidak perlu.

2. Mengetahui Sumber Permodalan
Untuk memulai suatu usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh melalui:
a.    Modal Sendiri
Sumber modal sendiri merupakan cara yang paling mudah. Kebutuhan modal dibiayai sendiri. Sumber pembiayaan sendiri dapat diperoleh dari tabungan, dana cadangan, atau mempergunakan aset yang tidak produktif.
b.  Pinjaman Bank
Apabila modal sendiri ternyata tidak mencukupi, maka kita dapat memenuhi kebutuhan modal dengan melakukan pinjaman atau mengajukan kredit pada bank. Pada dasarnya, ada tiga jenis kredit perbankan, yaitu:
1). Kredit usaha, yaitu kredit yang ditujukan untuk membiayai usaha yang produktif. Kredit usaha ini pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lain-lain.
2). Kredit konsumsi, yaitu kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, misalnya untuk membeli rumah atau kendaraan pribadi.
3). Kredit serba guna, yaitu kredit yang bisa digunakan untuk tujuan konsumsi maupun usaha. Salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah kredit tanpa agunan.

3.    Proses Pengolahan Keuangan
Setelah merencanakan usaha dan memperoleh modal untuk usaha, maka selanjutnya adalah mengelolah keuangan selama proses  usaha berjalan .
  1. Kita harus memisahkan antara uang dan perusahaan dan uang pribadi. jangan pernah mencampurkan antara uang perusahaan dan uang pribadi.
  2. Pastikan system pencatatan yang rapin dan teratur sesuai dengan kaidah akuntansi walaupun akuntansi sederhana.
  3. Manajemen kas untuk mengoptimalkan asset dan memanfaatkan setiap nilai uang untuk manambah keuntungan .
  4. Evaluasi terkait realisasi produksi dan penerimaan, biaya dan persediaan, jumlah piutang dan utang dan kondisi kas.

4.  Pelaporan Keuangan

      Laporan keuangan yang umumnya dibuat adalah neraca dan laporan labarugi. neraca dan laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan yang sementara dari sebuah usaha. asset lancer adalah asset yang mudah diuangkan dalam waktu cepat, seperti uang kas, piutang dan persediaan. Asset tetap adalah asset yang diperoleh untuk pemakaiaan jangka panjang. Kewajiban terdiri atas kewajiban jangka pendek, yaitu utangutang yang harus dibayar dalam jangka pendek atau satu tahun. Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.
Laporan laba rugi menggambarkan keadaan usaha dalam waktu tertentu, dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan yang sekaligus dapat menunjukan laba bersih perusahaan baik berupa keuntungan maupun kerugian .
Menentukan penjualan bersih tahun depan berdasarkan informasi laba bersih dan margin laba bersih.